Kamis, 29 Desember 2011

Perubahan sosial Budaya



Bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi di Desa Ambowetan, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
1.         Perubahan sosial budaya yang terjadi secara lambat
Perubahan sosial budaya secara lambat terjadi karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan dan kondisi-kondisi yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat.
Contoh : semula pemilik sawah di Desa Ambowetan menggunakan binatang kerbau untuk mengolah tanah sebelum di Tanami padi. Akan tetapi pada masa sekarang kebanyakan masyarakat menggunakan traktor untuk mengolah tanah. Perubahan dari tenaga hewan yang digunakan sebagai pengolah tanah menjadi traktor terjadi sangat lama.
Kemudian masyarakat berfikir dengan menggunakan hewan untuk mengolah tanah, membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan ketika musim penghujan sudah dating, sawah harus segera ditanami padi. Sehingga masyarakat beralih ke traktor sebagai pengolah tanah karena proses yang dibutuhkan lebih cepat. Traktor mulai digunakan untuk mengolah tanah di Desa Ambowetan sekitar tahun 1995.

2.         Perubahan sosial budaya yang di rencanakan
Perubahan sosial budaya yang direncanakan atau dikehendaki merupakan perubahan yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak yang hendak mengadakan perubahan. Contoh perubahan sosial budaya yang dikehendaki di Desa Ambowetan yaitu program KB yang mengubah pola pikir keluarga dengan banyak anak banyak rezeki menjadi keluarga sejhatera dengan sedikitnya dua anak. Mayoritas keluarga didaerah tempat tinggal saya melaksanakan program KB. Dapat dilihat dari jumlah keturunan dalam keluarga yang berjumlah 2-3 anak. Sudah jarang dijumpai keluarga yang jumlah anggotanya melebihi lima anak. Masyarakat di daerah tempat tinggal saya percaya dengan melaksanakan program KB setidaknya beban hidup keluarga menjadi lebih ringan.

3.         Perubahan sosial budaya yang berpengaruh luas dan tidak luas
Perubahan sosial budaya yang berpengaruh luas terjadi akibat adanya perubahan yang mendasar sehingga dampaknya mempengaruhi banyak segi kehidupan dalam masyarakat.
Contoh : Program Listrik Masuk Desa (LMD). Dahulu kondisi desa Ambowetan pada malam hari Nampak sepi dan aktifitas masyarakatpun tidak sampai larut malam. Tapi setelah adanya program LMD di Desa Ambowetan sekitar tahun 1977 sangat mengubah dan mempengaruhi segi kehidupan masyarakatnya.
Dengan program LMD, gedung olahraga yang tadinya hanya dapat digunakan padi pagi dan sore hari sekarang dapat difungsikan pada malam hari. Program LMD tidak semata-mata menggantikan penerangan lampu minyak tanah. Melalui program ini terjadi percepatan masuknya sarana komunikasi audio visual seperti radio dan televisi yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat.
Perubahan sosial budaya yang pengaruhnya kecil merupakan perubahan yang tidak akan membawa pengaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak mengakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Contoh : perubahan mode pakaian. Mode pakaian mudah berubah karena selalu mengikuti kebutuhan dan selera masyarakat. Tidak jarang mode pakaian pada masa dulu yang kemudian diminati masyarakat pada masa sekarang. Contohnya yaitu baju batik. Pada masa sekarang baju batik banyak di pakai baik kalangan remaja maupun orang tua. Karena motifnya yang beremacam-macam dan harganya juga terjangkau.

1 komentar:

Latifah on 17 Februari 2019 09.50 mengatakan...

Wah keren sekali tulisannya, aku suka. Kamu hobi baca buku? Butuh rekomendasi novel menarik.

Baca dulu ulasan dari MantuIdaman Blog berikut

- Alias Harga Untuk Sebuah Kematian
- Antologi Fiksi Suker
- Kau Begitu Sempurna
- Novel MR Innocent

Salam hangat, dari
Latifah

Posting Komentar

 

luangkan waktumu sejenak untuk belajar ,, !! Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008